Premier League Akhirnya Buka Suara Soal Kegagalan Pangeran Arab Saudi Akuisisi Newcastle

Premier League Akhirnya Buka Suara Soal Kegagalan Pangeran Arab Saudi Akuisisi Newcastle

Premier League Akhirnya Buka Suara Soal Kegagalan Pangeran Arab Saudi Akuisisi Newcastle

Berita Bola, Premier League lewat sang CEO, Richard Masters akhirnya bersuara mengungkap kegagalan Newcastle dibeli oleh konsorsium asal Arab Saudi.

Seperti diberitakan sejak April lali, Public Investment Fund of Saudi Arabia [PIF] milik Arab Saudi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed Bin Salman sudah siap membeli saham Newcastle.

Konsorium Arab Saudi disebut bakal mengucurkan dana hingga 340 juta poundsterling untuk membeli Newcastle dari tangan Mike Ashley. Harga tersebut sudah sesuai dengan nilai yang dipatok Mike Ashley.

Pihak Newcastle sudah sempat melaporkan rencana akuisisi ini kepada Premier League. Namun, karena proses berbelit-belit dan memakan waktu lama, konsorsium Arab Saudi akhirnya mengurungkan niatnya.

Pernyataan Richard Masters

Dalam surat yang ia kirimkan kepada Anggota Parlemen dari Newcastle Tengah, Chi Onwurah, Masters menjelas kan kronologi kegagalan Newcastle diakuisisi PIF.

“Pada Junu, dewan Premier League dengan jelas membuat sikap yang jelas kepada pihak yang dipercaya akan memiliki kontrol terhadap klub setelah akuisisi, sesuai dengan aturan Premier League,” tulis Masters.

Baca Juga : Mau Paulo Dybala, MU Diminta Serahkan Paul Pogba

“Setelah itu, Premier League meminta pihak tersebut untuk memberikan informasi tambahan, yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan atas peninjauan dari kemungkinan diskualifikasi,”

Pengunduran Diri PIF

“Soal ini, konsorsium tidak sepakat dengan sikap Premier League satu pihak ini masuk dalam kriteria yang membutuhkan informasi ini. Premier League pun mengakui adanya perbedaan pendapat ini, dan menawarkan kepada konsorsium untuk menyelesaikan masalah tersebut lewat pengadilan arbitrase independen jika tidak setuju dengan keputusan dewan,”

“Konsorium memilih untuk tak mengambil penawaran tersebut, tetapi juga tidak memberikan informasi tambahan sesuai prosedur. Kemudian, mereka secara sukarela mundur dari proses akuisisi ini,”