Chelsea Diprediksi Masuk Empat Besar, Arsenal Sebaliknya

Chelsea Diprediksi Masuk Empat Besar, Arsenal Sebaliknya

Chelsea Diprediksi Masuk Empat Besar, Arsenal Sebaliknya

Berita Bola, Eks kapten Liverpool Phil Thompson memprediksi Chelsea akan finis di zona empat besar sementara Arsenal tak akan bisa melakukan hal yang sama.

Chelsea sempat limbung dalam perjalanny di Premier League sejauh ini. Namun mereka mampu menemukan performanya dan akhirnya bisa menyusul Manchester United yang ada di posisi kedua klasemen.

Namun belakangan ini, mereka juga berhasil disusul oleh Liverpool. Bahkan The Reds kini sukses menggeser The Blues ke posisi keempat. Alhasil Chelsea kini harus bertarung dengan Tottenham untuk mendapatkan tiket masuk empat besar. Spurs saat ini ada di posisi kelima dengan raihan 44 poin.

Thompson pun mengatakan bahwa Chelsea akan bisa tetap bertahan di posisi empat besar meski dikejar oleh Spurs. Pasalnya Harry Kane cs kadang juga tak bisa tampil konsisten.

“Saya melihat pertarungan untuk tempat final Liga Champions adalah antara Chelsea dan Tottenham. Pada harinya Spurs bisa jadi tim dengan kelas yang berbeda tapi mereka juga bisa mengalami masa di mana mereka sedikit tampil berantakan, jadi saya akan menjagokan Chelsea karena mereka memiliki konsistensi yang sedikit lebih baik,” serunya pada Sky Sports.

Baca Juga : Disiplin Rawat Diri Jadi Kunci Stabilitas Fisik Firmino

Di sisi lain, Arsenal juga tak bisa tampil konsisten. Contohnya saat dibekuk oleh Bournemouth pada akhir pekan kemarin. Kini The Gunners terlempar ke posisi enam klasemen sementara dengan poin 39.

Mereka terpisah delapan poin dari Chelsea. Thompson merasa Arsenal tak akan bisa masuk empat besar jika melihat banyaknya masalah yang saat ini menimpa mereka. Mulai dari performa yang tak stabil sampai kegagalan mereka mempertahankan sejumlah pemain pilarnya seperti Alex Oxlade-Chamberlain, Theo Walcott, dan kemungkinan besar Alexis Sanchez dan Mesut Ozil.

“Masalah Arsenal berbicara untuk diri mereka sendiri dan mereka berada dalam masa sulit dalam sejarah klub dengan ketidakpastian seputar pemain kunci mereka. Jika Anda menyematkan semua harapan Anda pada Jack Wilshere, yang merupakan pemain yang rapuh, maka itu mengatakan semuanya,” pungkas Thompson